Tiga Musim Beruntun Trofi Liga Champions Jadi Milik Pelatih Jebolan Bundesliga

By Grand 31 Mei 2021, 11:33:09 WIB UEFA CHAMPIONS LEAGUE
Tiga Musim Beruntun Trofi Liga Champions Jadi Milik Pelatih Jebolan Bundesliga

Keterangan Gambar : Jurgen Klopp, Hansi Flick dan sekarang, Thomas Tuchel. Tiga pelatih terkini yang berhasil mengangkat trofi Liga Champions ini sama-sama dicetak di Bundesliga.


Bola News - Jurgen Klopp, Hansi Flick dan sekarang, Thomas Tuchel. Tiga pelatih terkini yang berhasil mengangkat trofi Liga Champions ini sama-sama dicetak di Bundesliga.

Thomas Tuchel – mantan pelatih Mainz dan Borussia Dortmund, menjadi pelatih Jerman terbaru yang berhasil amankan trofi Si Kuping Besar setelah Chelsea kalahkan Manchester City – yang diasuh mantan pelatih Bayern Munchen, Pep Guardiola, dalam final Minggu dini hari 30 Mei 2021. Tuchel sukses ikuti jejak Klopp dan Flick yang juga berhasil membawa tim mereka menjadi juara Liga Champions.

Klopp yang juga mantan pelatih Mainz dan Dortmund membawa Liverpool memenangkan gelar juara Liga Champions di tahun 2018/19, sementara Flick ternama setelah mengoleksi trofi Liga Champions sebagai bagian dari sejarah Bayern kantongi sextuple di musim 2019/20.

Lewat kemenangan mereka kini berarti ada LIMA pelatih asal Jerman yang berhasil mengangkat trofi Si Kuping Besar, sejak kompetisi lama European Cup berubah menjadi Liga Champions pada tahun 1992.

Ketiganya menikmati sukses tersebut bersama Jupp Heynckes yang pernah meraih dua gelar juara Liga Champions, yakni di tahun 1997/98 bersama Real Madrid dan Bayern Munchen pada tahun 2012/13, serta Ottmar Hitzfeld yang mengangkatnya bersama Dortmund di musim 1996/97 dan Bayern Munchen pada musim 2000/01.

Namun, trio pelatih terakhir yang berhasil menaklukkan Eropa – Klopp, Flick dan Tuchel, disebut-sebut menjadi para pelatih yang lebih baik dibandingkan Hitzfeld dan Heynckes yang pernah meraih kejayaan yang sama secara berturut-turut pada tahun 1997 dan 1998.

Alasannya, baik Klopp, Flick maupun Tuchel telah mencatatkan rekor tersendiri di Liga Champions di mana selama tiga musim beruntun trofi Kuping Besar diangkat oleh tiga arsitek klub asal Jerman berbeda.

Di antara ketiganya, Klopp dan Tuchel yang sama-sama pernah membesut klub yang sama di awal karir mereka sebagai pelatih, sebelumnya sudah membawa klub mereka ke final Liga Champions masing-masing di empat final terakhir. Keduanya bisa segera bangkit dalam merespon kekalahan yang mengecewakan di musim sebelumnya, dengan membawa tim mereka menjadi juara.

Setelah 340 kali membela Mainz sebagai pemain, Klopp memulai perjalanannya ke Bundesliga lewat promosi – untuk pertama kalinya dalam sejarah klub itu, pada musim 2003/04. Hal ini menjadi sebuah pencapaian yang kemudian digambarkan pelatih 53 tahun itu sebagai ‘sukses terbesar dirinya sebagai seorang pelatih’.

Setelah tujuh tahun mengasuh Mainz, Klopp pindah ke Dortmund pada tahun 2008, di mana ia berhasil meraih dua gelar Bundesliga secara berturut-turut, yakni pada musim 2010/11 dan 2011/12, di samping amankan dua gelar – liga plus Piala Jerman, di musim 2011/12.

Ia kemudian membawa klubnya lakoni all-German final di Liga Champions tahun 2013, tapi akhirnya gagal dari Bayern asuhan Heynckes, dan memaksa Klopp untuk menunggu hingga enam tahun untuk – akhirnya, amankan gelar juara di final gelaran bergengsi Eropa tersebut.

Sementara Tuchel, seakan lalui jalur yang sama dengan Klopp: Mainz-Dortmund-Liga Champions, di mana ia berhasil membawa Carnival Club ke ajang Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka, sebelum akhirnya mengangkat Piala DFB bersama BVB pada tahun 2017.

Flick-lah yang kemudian menggagalkan Tuchel meraih trofi Liga Champions saat ini masih menjadi pelatih PSG pada tahun 2020, justru ketika Bayern alami kesulitan di UCL, hingga akhirnya perjalanan mereka berubah menjadi juara Jerman, Eropa dan juga klub juara dunia.

Bayern Munchen kemudian kantongi hingga enam trofi di tangan Flick, tepat di musim pertama ia menjadi seorang pelatih kepala. Sextuple itu termasuk Meisterschale (trofi Bundesliga), Piala DFB, Liga Champions dan Piala Dunia Klub FIFA, serta Piala Super Jerman dan Eropa.

Flick kemudian menambahkannya dengan amankan gelar Bundesliga ke-9 di musim 2020/21 ini, dan berhasil memperpanjang rekor Bayern Munchen. Namun, musim depan, Flick akan lanjutkan perjalanan karirnya sebagai pelatih sepak bola bersama Timnas Jerman setelah ia dipastikan akan gantikan Joachim Loew usai Euro 2020 musim panas ini.

Sejarah akan menunjukkan, Flick yang mantan gelandang Bayern Munchen dan pernah tampil dalam 104 pertandingan serta membawa Jerman menjadi juara empat kali itu, juga akan terus mengumpulkan trofi bersama Die Mannschaft.

(End)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


kanan - scr

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.